5 Kebiasaan Masyarakat Wonosobo Dibulan Ramadhan

IkiWonosoboMas.com - Marhaban Ya Ramadhan. Begitulah umat islam di Indonesia bahkan diseluruh dunia menyambut kedatangan bulan suci ramadhan. Sementara itu di kabupaten Wonosobo menjelang kedatangan bulan suci Ramadhan ditandai dengan pagelaran tradisi budaya, jalanan yang macet, pasar yang sesak, harga kebutuhan pokok yang melambung dan juga dentuman suara petasan yang menggelegar.

Ramadhan sejatinya merupakan bulan yang paling ditunggu dan dirindukan bagi sebagian besar umat islam. Dibulan inilah umat islam melaksanakan ibadah puasa wajib dan ibadah-ibadah pengiring yang hanya ada pada bulan Ramadhan seperti shalat tarawih dan tadarus Al Quran. Bulan suci Ramadhan ibarat kawah candradimuka dimana kita digembleng untuk berperang melawan musuh yang paling besar yaitu nafsu dalam diri kita sendiri. Karena puasa merupakan ibadah lahir batin yang diharapkan akan berdampak positif pada perilaku dan pelakunya dikemudian hari. Pada bulan Ramadhan umat islam juga berlomba-lomba memperbanyak amalan ibadah berharap maghfiroh, ampunan dan keberkahan bulan Ramadhan.

Sahabat ikiwonosobomas.com, kira-kira kebiasaan-kebiasaan apa yang anda lakukan saat bulan Ramadhan tiba?. 

Berikut merupakan 5 kebiasaan masyarakat Wonosobo dibulan Ramadhan yang tentunya beda dengan bulan-bulan lainnya.


1. Berbuka Puasa dengan Menu Takjil Kolak
Kolak sebenarnya merupakan menu yang bisa ditemukan disetiap waktu. Tapi saat bulan Ramadhan sejauh mata memandang menu kolak selalu ada. Kolak seolah menjadi menu wajib saat berbuka puasa. Berbahan dasar pisang maupun ubi dengan kuah santan manis yang berasal dari gula aren, memang menjadi menu yang pas untuk menghilangkan dahaga dan rasa lapar setelah seharian berpuasa.

2. Bangunkan Tetangga Saur
Iya, membangunkan saur para tetangga bahkan orang sekampung sudah ada sejak lama dan kebiasaan ini pun seperti sudah menjadi semacam tradisi. Berbagai cara dilakukan dengan membuat kegaduhan agar orang-orang tidak terlambat sahur. Mulai dengan berteriak sahur.. sahur... sambil memukul panci, kentongan atau berbagai cara lainnya.

3. Ngabuburit Sambil Buka Bersama
Tidak hanya saat sahur saja yang disambut dengan suka cita tetapi berbuka puasa pun disambut dengan kemeriahan dan ngabuburit adalah salah satunya. Banyak kalangan yang meluangkan waktu untuk ngabuburit bersama keluarga, rekan ataupun orang tercinta. Nongkrong ditepi pantai ataupun restoran menjadi sebuah kebiasaan yang hanya ada dibulan Ramadahan. Bercerita sambil menunggu beduk buka puasa pun menjadi kesenangan tersendiri.

4. Pengeluaran Membengkak
Pada bulan Ramadhan daya beli masyarakat Wonosobo meningkat cukup signifikan. Tidak hanya untuk membeli untuk menu berbuka puasa tetapi juga berbagai perlengkapan lainnya. Seperti baju, peralatan dapur atau bahkan peralatan yang kurang penting lainnya. Tidak heran selama Ramadhan pusat-pusat perbelanjaan selalu penuh oleh konsumen. Meningkatnya daya beli masyarakat seperti sudah menjadi kebiasaan unik yang telah dilakukan sejak lama.

5. Pasar Kaget
Bulan Ramadhan yang datang setiap tahunnya memberikan berkah tersendiri dari sisi perekonomian masyarakat. Dibulan Ramadhan tidak sedikit masyarakat Wonosobo yang tiba-tiba jadi seorang pedagang musiman. Kemunculan pasar kaget menjadi satu kebiasaan unik yang menjamur disetiap daerah. Meningkatnya daya beli masyarakat selama bulan Ramadhan apalagi menjelang lebaran membuat beberapa kalangan mencoba mengais rezeki menjadi seorang pedagang. Tak pelak hampir disetiap sudut jalan ditemukan pedagang-pedagang kecil yang menjajakan barang dagangannya.(S-A)

0 Response to "5 Kebiasaan Masyarakat Wonosobo Dibulan Ramadhan"

Posting Komentar