Uniknya Rambut Gimbal Anak Dieng - Wonosobo

Iki Wonosobo Mas - Unik memang, di daerah sekitar dataran tinggi pegunungan Dieng kita akan mudah menemukan anak-anak yang berambut gembel atau gimbal. Rambut gembel yang tubuh di kepala mereka bukan sengaja dibuat seperti seniman regae yang memang ingin punya rambut gembel. Namun secara alami rambut tersebut tumbuh sejak kecil.

Biasanya anak yang dikepalanya tumbuh rambut gembel baik itu hanya sebagian kecil atau hampir seluruh kepalanya. Akan mengalami sakit demam tinggi mirip gejala typus. Namun anehnya ketika dibawa ke dokter, sang anak tidak menderita penyakit tertentu. Berselang waktu sekitar 5 sampai 7 hari demam akan mulai menurun dan akhirnya ada cikal rambut gembel yang tumbuh di kepala sang anak. 

Ketika rambut gembel sudah terlihat dikepala. Anak tersebut akan ceria kembali seperti biasa dan tidak ditemukan perbedaan yang mencolok. Hanya rambut gembel yang mulai bersarang dirambutnya.

Rambut gembel yang tumbuh dikepala anak-anak tersebut tidak bisa dipotong sembarangan. Bukan ditempat tukang cukur biasa untuk memotongnya. Dan bukan pula sewaktu waktu. Kalau ternyata terlanjur dipotong atau sengaja dipotong tanpa meminta persetujuan sang anak. Masyarakat di sekitar daerah yang menjadi salah satu tujuan wisata alam di Wonosobo- Jawa Tengah percaya anak tersebut akan menderita sakit lagi seperti dulu. Begitu juga dengan rambut gembel akan tumbuh seperti semula.

Menurut legenda anak yang berambut gembel adalah "keturunan" dari Putri Sinta Dewi yang dikutuk oleh Pangeran Kidang Garungan, sosok yang menjadi awal dari legenda Kawah Sikidang salah satu objek wisata di Dieng. Pangeran Kidang Garungan yang dipendam atau dikubur hidup-hidup oleh Putri Sinta Dewi sebelum menemui ajalnya sempat mengutuk seluruh keturunan sang Putri akan berambut gembel.

Sementara di kalangan masyarakat, sejak awal percaya anak berambut gembel bukan anak biasa dia merupakan keturunan dari seseorang yang pertama kali menginjakkan kaki di Dieng dan melakukan "babat alas" atau buka lahan di wilayah dataran tinggi Dieng.

Adanya perbedaan sejarah tentang asal muasal penyebab anak menjadi gembel bukan untuk diperdebatkan. Yang patut menjadi perhatian adalah keunikan dari kepercayaan masyarakat yang meyakini bila pemotongan rambut gembel dengan mengesampikan keinginan si anak tersebut. Masyarakat percaya rambut gembel akan selalu tumbuh dan sang anak kembali sakit.

Itu kenapa rambut gembel yang tumbuh pada anak-anak di sekitar dataran tinggi Dieng dalam proses pemotongan rambutnya menunggu sang anak melakukan permintaan. Permintaannya bermacam-macam, ada yang ringan seperti minta tempe bacem dari tetangga atau ada juga yang berat minta dipotong rambutnya oleh presiden.

Biasanya orang tua akan berpikir bagaimana caranya mengabulkan permintaan sang anak. Ada yang memang sungguh-sungguh dikabulkan dengan memberikan barang seperti yang diinginkan. Ada pula yang menggunakan simbol tertentu. Asal sesuai dengan persetujuan sang anak. Bila permintaan sang anak dituruti masyarakat percaya setelah dipotong, rambut gembelnya tidak akan tumbuh lagi.

Proses potong rambut gembel biasanya dilakukan dengan didahului membaca doa. Ada yang melakukannya secara sendiri seperti punya hajat kecil dengan mengundang tetangga. Namun ada juga yang dilakukan secara masal, biasanya dilakukan saat acara ruwat rambut gembel. (bersambung)



















1 Response to "Uniknya Rambut Gimbal Anak Dieng - Wonosobo"