ikiwonosobomas.com

Guci Kuno Abad Ke-8 Ditemukan di Wonosobo Saat Gali "Septictank"

Guci Kuno Abad Ke-8 Ditemukan di Wonosobo Saat Gali "Septictank"
IkiWonosobomas.com - Warga Sitiharjo Kecamatan Garung, Wonosobo menemukan guci kuno peninggalan pertengahan abad ke-8 masehi. Guci yang diperkirakan dipakai oleh Pemerintahan Rakai Garung yang merupakan Raja Kerajaan Mataram Kuno dari Dinasti Wangsa Sanjaya.

Rojikon (38), menemukan guci tersebut ketika sedang menggali lubang untuk membuat septictank bersama saudaranya Asep di samping rumahnya, Minggu (13/9/2015).

Menurut Rojikon, guci kuno berjumlah 8 buah tersebut ditemukan di kedalaman hampir 2 meter, ketika ia sedang menggali septictank menggunakan linggis. Awalnya, guci kuno tersebut sempat dikira batu. Namun setelah linggis dihujamkan lebih keras lagi, tiba-tiba terdengar bunyi “brak” seperti tong pecah.

Mendengar suara tersebut, ia pun langsung menghentikan aktivitas menggali tanah dan memeriksa benda yang dikira bongkahan batu tersebut. Setelah diperiksa, ternyata benda tersebut adalah guci besar berdiameter sekitar 50 cm yang terlihat pecah karena terkena hujaman linggis. Setelah itu, Rojikun meneruskan penggalian secara hati-hati dan berupaya mengangkat guci tersebut.

“Setelah saya gali secara hati-hati, perlahan bentuknya mulai terlihat. Sebuah guci besar berwarna coklat kekuningan dengan sedikit motif. Kemudian guci itu saya angkat dan saya bersihkan. Ternyata saya menemukan guci lain dengan ukuran berjenjang lebih kecil di dalam guci besar itu,” ungkapnya.

Setelah guci-guci berukuran lebih kecil di dalam guci besar diangkat, ternyata jumlahnya ada 8 buah. Namun karena terkena hujaman linggis, ada satu guci yang hancur dan guci induk pecah terlihat berlubang di dua sisinya. “Puing-puing pecahan guci sudah saya kumpulkan,” ujarnya.

Kades Sitiharjo Nurcholis, mengatakan penemuan guci kuno tersebut merupakan bagian terkecil dari bukti sejarah bahwa Desa Sitiharjo memiliki peran strategis di masa lampau. Bahkan dari cerita turun-temurun dari leluhur menjelaskan bahwa desa ini pernah menjadi pusat pemerintahan kerjaan Mataram Kuno. Konon, batu untuk membuat Candi Dieng diambil dari desa ini.

Menurutnya, penemuan guci kuno tersebut bukan hal yang baru di desanya. Sekitar 20 tahun yang lalu, akibat tebing longsor di pinggir desa muncul guci kuno dengan ukuran cukup besar. Namun oleh warga Desa Sitiharjo guci kuno tersebut tidak diambil, tetapi ditimbun kembali.
Camat Garung Santoso, mengaku telah melayangkan surat kepada dinas terkait untuk segera meneliti keberadaan guci kuno tersebut. Tujuannya tentu untuk menguak sejarah budaya keberadaan guci kuno tersebut.

Dijelaskan, bahwa wilayah Kecamatan Garung memang dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Mataram Kuno. Termasuk nama Kecamatan Garung sendiri berasal dari nama seorang Raja Mataram Kuno, yaitu Rakai Garung yang berkuasa pada 847 masehi.

“Kalau melihat sejarahnya, bisa jadi guci itu berasal dari pemerintahan Rakai Garung. Untuk itu perlu pembuktian dengan penelitian untuk menguak sejarah dan budayanya. Kami minta penemu guci agar merawat dan menjaga keamanan guci tersebut. Tunggu sampai badan kepurbakalaan selesai melakukan penelitian,” pungkasnya. (Sumber:krjogja)

0 Response to "Guci Kuno Abad Ke-8 Ditemukan di Wonosobo Saat Gali "Septictank""

Posting Komentar